Djadjang Nurdjaman Antisipasi Duet M Nur Iskandar-Marcel Sacramento

Publicado  Senin, 28 November 2016

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengantisipasi duet penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento dan M Nur Iskandar saat kedua tim bentrok di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (19/11) malam WIB.
Sacramento merupakan salah satu bomber tersubur di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 dengan torehan 17 gol. Sedangkan M Nur rajin memberikan asisst kepada rekan-rekannya dengan catatan sembilan kali, serta tiga gol.

“Mereka punya striker bagus, salah satu striker asing terbaik, pantas berada di jajaran topskor. Dia [M Nur] sudah saya perhatikan betul. Di samping assist, dia juga bisa cetak gol. Soal itu sudah saya sampaikan kepada pemain, salah satu harus diperhatikan,” beber Djanur, sapaan Djadjang.
“Mereka secara tim punya permainan yang bagus di semua lini, kemampuan yang komplet di lini tengah, kelebihannya di sektor sayap, tapi bukan berarti yang lainnya lemah.”

Djanur optimistis mendulang angka penuh di laga nanti. Marcos Flores bisa kembali dimainkan setelah absen di laga sebelumnya. Kehadiran Flores bisa menutup celah bila Robertino Pugliara absen akibat terkendala kebugaran.
“Kami siapkan dia [Flores] jika Robertino belum fit. Kerja sama Flores dan Febri [Hariyadi] juga bagus, mereka punya chemistry yang baik di atas lapangan. Saya tinggal putuskan nanti siapa yang lebih pantas main, atau yang lebih dulu diturunkan,” imbuh Djanur.
Djanur menambahkan, kendati belum ada kejelasan mengenai masa depannya, ia akan menjadikan tujuh laga terakhir sebagai kesempatan untuk menyeleksi pemain menghadapi kompetisi musim 2017. Pelatih yang sempat berguru ke Italia ini meyakini penggawa Persib akan tampil maksimal.

“Memang belum pasti, termasuk saya. Tapi untuk mengarah ke sana sudah ada [skuat bayangan]. Hitung-hitungan wajar, siapa yang harus dilepas, siapa yang akan dipertahankan,” ungkap Djanur dikutip laman resmi klub.
“Pasti itu akan jadi dorongan positif buat pemain. Siapa sih yang tidak mau main di Persib? Mereka harus menunjukannya dalam sisa pertandingan berikutnya.” 

Habis Tes Akhir Musim Sepang, Rossi Ungkap Kekurangan YZR-M1 2017

Publicado  

SEPANG - Setelah tes akhir musim tertutup di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu-Kamis (23-24 November 2016) silam. Tim Yamaha Factory Racing mengaku puas dengan sesi pengujian motor evolusi terbaru mereka, Yamaha YZR-M1 2017.

Dalam sesi pengembangan ini, dua pembalap tim Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, tidak hanya berdua. Mereka juga ditemani Johann Zarco dan Jonas Folger dari tim satelit Yamaha Tech3.

Tes ini sendiri merupakan sesi pengujian motor terakhir pada kalender 2016. Per tanggal 1 Desember, ada larangan sesi pengujian motor untuk seluruh tim dan pembalap MotoGP. Mereka baru bisa kembali melakukan penjajalan teknologi maupun suku cadang baru, pada tes pramusim di Sepang, 30 Januari 2017.

Dilaporkan oleh Speedweek, Rossi dan Vinales, untuk pertama kalinya sama-sama memacu motor evolusi baru Yamaha di tes akhir musim Sepang 2016. Walau daftar catatan waktu hari pertama pengujian ini tidak dirilis, tapi Yamaha mengatakan kalau Rossi lebih cepat 0,734 detik dari Vinales di hari kedua, dengan masing-masing melahap total 69 putaran.

Pada tes akhir musim di Valencia, Rossi mengaku masih kecewa dengan motor barunya. Saat itu, Yamaha memang hanya menyiapkan motor ‘hybrid’ yang merupakan gabungan suku cadang, dan teknologi dari motor 2016 serta 2017.

Namun hal tersebut berubah ketika di tes akhir musim di Sepang. The Doctor mulai tersenyum dengan motor yang benar-benar baru untuk musim 2017. Menurut Rossi, motor baru Yamaha sudah cukup bagus. Hanya saja, motor ini masih perlu mendapatkan perbaikan untuk bisa bersaing dengan lawan-lawannya di pacuan gelar juara dunia.

“Saya sudah bandingkan motor baru beberapa kali dengan mesin lama. Masih banyak yang harus kami kerjakan kedepannya, khususnya di bagian mesin. Sekarang, kami harus berkonsentrasi memperbaiki akselerasi kekuatan mesin,” beber Rossi.

Tapi, kelemahan YZR-M1 versi 2017 tak sampai di situ saja. “(Motor) kami juga harus lebih baik saat keluar dari tikungan. Hanya saja, ini baru versi pertama dari mesin motor kami, jadi ini belum bisa mewakili seluruh perkembangan signifikan yang telah berjalan. So, kami masih harus bekerja keras untuk masalah ini,” imbuhnya. 

Cerita Del Potro Soal Jari Patah dan Maradona di Final Piala Davi

Publicado  

ZAGREB - Argentina sukses menangkan final Piala Davis 2016 setelah mengalahkan Kroasia dengan agregat 3-2. Partai yang paling dramatis jelas terjadi ketika laga nomor tunggal antara Juan Martin Del Potro berhadapan dengan Marin Cilic berlangsung.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Arena Zagreb, Zagreb, Kroasia, Minggu (27/11/2016), Argentina, berambisi perpanjang nafasnya di final. Sebelumnya di hari pertama dan kedua, Jumat dan Sabtu (25-26 November), Kroasia berhasil unggul sementara 2-1.

Namun comeback gemilang Argentina terjadi di hari ketiga. Dan, kebangkitan La Legion (julukan Tim Davis Argentina) berawal berkat kemenangan Del Potro atas Cilic.

Dalam pertandingan tersebut, Cilic sempat memimpin dua set dengan kemenangan 7-6(7-4), 6-2. Namun, Del Potro secara gemilang membalik keadaan setelah menyapu bersih tiga set selanjutnya dengan kemenangan 7-5, 6-4, 6-3. Argentina pun mengimbangi Kroasia jadi 2-2.

Kemenangan Argentina akhirnya dipastikan Federico Dalbonis. Petenis berusia 26 tahun mengalahkan Ivo Karlovic tiga set langsung  6-3, 6-4, 6-2 sehingga negaranya berbalik memimpin jadi 3-2 dan keluar sebagai pemenang. (Baca Juga: Argentina Juara Piala Davis)

Setelah pertandingan, ada satu rahasia yang diungkap Del Potro. Petenis yang sempat berjuang melawan cedera selama dua tahun terakhir, mengaku bermain dengan jari kelingking tangan kirinya.

"Saya mematahkan jari saya di set kelima. Tapi itu tidak penting, ini cuma soal kemenangan. Ini adalah soal Piala Davis," ucapnya seperti dikutip Tennis World USA,Senin (28/11/2016).

Menurut petenis yang akrab disapa Delpo, dirinya nyaris frustrasi saat tertinggal dua set atas Cilic. Namun ia bisa membaca gelagat lawan yang mulai kelelahan dan memanfaatkannya untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan.

"Pertandingan praktis berada di genggaman Cilic sebab saya tidak bisa mengalahkannya dengan pukulan backhand. Di set ketiga, pertandingan mulai berbalik dan dia tampak kelelahan. Saya bermain lebih baik dengan menciptakan berbagai alur serangan," sambungnya.

"Orang-orang mulai memberi dukungan dan itu membantu saya jadi lebih rileks. Saya bisa manfaatkan peluang yang ada. Itu adalah pertandingan paling emosional, selamanya saya akan kenang. Maradona dapat raket saya dan dia bertanya mengapa saya tidak bermain tenis selamanya?" tutup petenis berusia 28 tahun itu.

Jadi Bintang FIM Awards 2016, Marquez Malah Memuji Rossi

Publicado  

BERLIN - Marc Marquez jadi bintang di Gala FIM Awards 2016 yang berlangsung di Berlin, Jerman, Minggu (27/11) malam waktu setempat. Seperti dilaporkan Marca dan Speedweek, dia jadi juara dunia terakhir yang muncul di panggung acara tersebut. 

Setelah menerima medali penghargaan FIM 2016, Marquez pun didaulat melakukan jumpa pers di atas panggung, yang mana dia hanya kebagian dua pertanyaan. Lantas apa yang dikatakannya?

Marquez bilang, telah terjadi perubahan dalam dirinya secara fundamental, khususnya di sisi mentalitas, yang mana telah mengantarnya kembali ke tangga juara dunia pembalap MotoGP.

“Ketika saya tidak ada di sini tahun lalu (FIM Awards 2015), saya mulai memahami, bahwa saya harus berubah. Jika saya tidak berada di Gala, itu karena saya telah membuat kesalahan,” sembur Marquez yang juga mengemukakan pendapatnya soal persaingan di MotoGP 2017.

“Kami telah melakoni sejumlah pengujian pada motor, dan hasilnya tidak mengecewakan. Feeling saya terhadap motor masih bagus. Saya akan mencoba untuk menjadi kompetitif lagi dan hadir di sini (FIM Awards 2017). (Di MotoGP) tahun ini bakal menarik, karena banyak pembalap hebat berganti tim dan motor,” tutur Marquez yang juga menanggapi pernyataan bos Dorna, Carmelo Ezpeleta.

Pada MotoGP Valencia 2016 lalu, Ezpeleta mengemukakan kekhawatirannya akan nasib Kejuaraan Dunia Balap GP Motor tidak ‘kuning’ lagi jika Valentino Rossi pensiun, dengan kemungkinan pada akhir 2018. Apa tanggapan Marquez?

“Warna saya adalah merah, warna motor saya livery Repsol. Setiap pembalap memiliki pilihan warnanya sendiri,” beber Marquez.

“Tentu saja, Valentino merupakan seorang pembalap yang sangat penting dalam sejarah MotoGP. Saya tahu bahwa Valentino adalah seorang legenda dan akan selalu menjadi salah satunya. Dia akan selalu dikenang sebagai salah satu pembalap terhebat sepanjang sejarah,” tandasnya. 

Lewis Hamilton Terancam Dipecat Mercedes?

Publicado  

Lewis Hamilton memimpin jalannya balapan Grand Prix Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (27/11/2016). Hamilton menangkan balapan, tapi gelar juara dunia tetap jatuh ke tangan Nico Rosberg yang finis kedua. Foto/REUTERS/Ahmed Jadallah


ABU DHABI - Kabar mengejutkan datang dari garasi tim Mercedes. Lewis Hamilton diklaim bakal dipecat lantaran membangkang dari perintah tim selama bertarung di Grand Prix Abu Dhabi.

Hamilton keluar sebagai pemenang balapan di Sirkuit Yas Marina, Minggu (27/11/2016) dengan catatan waktu 1 jam 38 menit 04.013 detik. Pembalap Inggris mengasapi rekan setimnya Nico Rosberg yang terpaut 00.439 detik atau menempati posisi kedua.

Hasil tersebut membuat Rosberg tetap keluar sebagai juara dunia Formula 1 2016. Perolehan poinnya hingga seri terakhir tak terkejar Hamilton yang tertinggal lima angka. (Baca Juga: Hasil Lengkap GP Abu Dhabi dan Klasemen Akhir Formula 1 2016)

Namun kabar mengejutkan datang dari beberapa media ternama di Inggris. Seperti diberitakan Sky Sports, Senin (28/11/2016), Hamilton sedang jadi headline lantaran terancam dipecat Mercedes setelah balapan di Abu Dhabi.

Harian National mengklaim, ada satu instruksi dari Mercedes yang tidak dipatuhi Hamilton saat berpacu di Sirkuit Yas Marina. Perintah itu adalah ketika Hamilton diminta mekanik tim Paddy Lowe meningkatkan kecepatan agar tidak terkejar Rosberg jelang finis.



Instruksi Paddy tersebut sedianya memperingatkan Hamilton soal keselamatan. Jika tidak menambah kecepatan, bukan tidak mungkin Ia gagal menangkan balapan dan justru berisiko menggagalkan Rosberg jadi juara dunia. Tapi rupanya perintah tersebut diabaikan Hamilton yang membuat bos Mercedes Toto Wolff diklaim langsung marah.

Laporan yang sama juga dipublikasikan Daily Mirror. Harian tersebut menulis jika kontrak Hamilton bisa saja diputus atau mungkin dihukum dengan larangan tampil dalam balapan selanjutnya.

"Mengacau perbuatan yang tidak bisa diterima di tim dan perusahaan manapun. Mengabaikan perintah tim sama saja menganggap dirinya lebih penting ketimbang tim," ucap Wolff seperti dikutip Mirror. "Mungkin sekarang bisa saja mengubah peraturan yang membuat pembalap lebih bebas. Atau kami menganggap prinsip-prinsip tim sudah tidak dihormati. Saya belum tahu mau salahkan siapa," tambahnya.

Sama halnya dengan Daily Mail, mereka menyebut Hamilton siap kehilangan kontrak senilai 30 juta dolar (Rp 503 miliar) lantaran membangkangi perintah Mercedes selama balapan. Sementara The Guardian dan Telegraph lebih yakin Mercedes hanya memberinya hukuman larangan balapan karena menolak perintah tim order.

"Lewis Hamilton bisa diskors Mercedes setelah berani dan berulang kali menentang perintah tim dalam usahanya menjegal Nico Rosberg jadi juara dunia pertamanya. Bukan hanya trik yang jadi bumerang baginya, tapi itu juga membuatnya berada dalam masalah serius dengan Mercedes, yang menganggapnya telah berbuat anarki," tulis Telegraph.
Sementara Sky Sport lebih yakin Hamilton hanya mendapat hukuman suspensi dalam balapan selanjutnya. Meski Rosberg berhasil jadi juara dunia, Hamilton tetap jadi aset utama Mercedes untuk menghadapi persaingan dengan Red Bull, Ferrari, dan McLaren.

Hamilton sendiri sudah memberi klarifikasi atas kabar tak mengenakkan tersebut. Menurutnya, Ia hanya berusaha menangkan trofi juara dunia tanpa sedikitpun bermaksud mengacaukan tim"Lagipula, kami juga sudah juara konstruktor, kan?" bantahnya. 

Petinju Muda yang Tewas Donorkan Jantungnya

Publicado  

NORFOLK - Kuba Moczyk, petinju belia Inggris yang tewas di pertarungan pertamanya beberapa waktu lalu, melakukan sesuatu yang mulia di akhir hayatnya. Petarung yang tewas akibat menderita pendarahan otak, telah mendonorkan jantungnya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Seperti dikutip BBC, Senin (28/11/2016), mendiang petinju yang bernama asli Jakub Moczyk dinyatakan meninggal karena mengalami traumatik di bagian kepala. Kuba sebelumnya menjalani pemeriksaan jantung di Norwich Coroner Court dan seorang sumber bernama Yvonne Blake mengatakan petarung yang berprofesi sebagai buruh pabrik itu telah mendonorkan jantungnya. "Kuba mendonorkan jantungnya untuk membantu orang lain," ucap Blake.

Sebelumnya diberitakan jika Kuba tewas lantaran mengalami pendarahan otak. Cedera tersebut dideritanya setelah kalah KO di ronde ketiga pertarungan amatir pertamanya dalam acara bertajuk Eastern Power Night Fight di Tower Complex, Great Yarmouth, Norfolk, Inggris, Sabtu (19/11/2016) lalu.

Setelah dilarikan ke rumah sakit James Paget, Gorleston, Kuba meninggal dua hari berselang. Petinju yang bakal berulang tahun pada 4 Desember mendatang, meninggalkan saudara kembarnya bernama Magdalena untuk merayakan hari kelahiran seorang diri.

Magdalena sebelumnya sudah berupaya meminta bantuan masyarakat untuk menyembuhkan Kuba dengan cara membawanya ke rumah sakit di luar negeri. Melalui situs GoFundMe, Magdalena mengumpulkan dana sebesar 4000 poundsterling atau sekitar Rp 67 juta, namun sayang nyawa saudaranya tak tertolong lagi.